Augmented Reality (AR): Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

8 0
apa-arti-augmented-reality

Apakah kamu tahu apa arti augmented reality (AR)? Istilah ini mungkin sering kita dengar, tapi belum tentu kalian semua tahu arti dan cara kerja teknologi yang satu ini.

Penerapan teknologi AR ini sudah banyak digunakan di berbagai aplikasi, mulai dari aplikasi produktivitas, bisnis, hingga game. Salah satu game populer yang menerapkan teknologi ini adalah Pokemon Go.

Nah, jika kalian pernah memainkan game yang satu ini, pasti kalian sudah ada bayangan bukan cara kerja augmented reality? Biar makin paham tentang teknologi ini, mari kita simak pembahasan lebih lengkapnya berikut ini.

Apa Arti Augmented Reality?

Apa arti augmented reality?

Menurut situs interaction-design.org, augmented reality (AR) adalah pengalaman dimana desainer menggabungkan antara dunia nyata dengan digital yang dihasilkan oleh komputer.

Desainer membuat banyak input, mulai dari suara, video, hingga grafik dalam konten digital yang merespon secara real-time terhadap perubahan di lingkungan pengguna, umumnya gerakan.

Ini berarti, teknologi AR memungkinkan kita untuk melihat dunia secara realitas dengan menggunakan perangkat smartphone. Dengan mengaktifkan kamera smartphone, pengguna dapat melihat dunia secara nyata di sekitar mereka melalui layar dan mengandalkan aplikasi AR untuk melihat dunia.

Menariknya, teknologi AR ini memungkinkan kita untuk melakukan banyak hal, seperti:

  • Memasukkan label
  • Mengubah warna
  • Melihat informasi digital atau model 3D
  • Mengubah tampilan atau lingkungan.
  • Dan lain-lain

Menariknya, teknologi AR ini tidak hanya bisa digunakan di smartphone saja. Gadget lain seperti kacamata atau perangkat yang dipasang di kepala juga bisa menggunakan teknologi ini.

Sejarah Awal Augmented Reality

Augmented reality sebenarnya bukanlah teknologi yang sangat baru. Pertama kali AR ini muncul di tahun 1990-an, dimana penerapan teknologi augmented reality ini disematkan pada pesawat militer untuk memberikan informasi tentang arah, kecepatan, dan ketinggian pesawat.

Setelah itu, pada tahun 2009, MIT Media Lab memperkenalkan SixthSense antarmuka pertama yang menggabungkan dunia sekitar dengan informasi digital.

Lalu, di tahun 2013, Google memperkenalkan sebuah produk smart glasses. Sayangnya, produk ini saat itu tidak sukses.

Baca Juga : Teknologi Virtual Reality, Pemanfaatannya dalam Berbagai Sektor

Meskipun begitu, teknologi AR masih memiliki peluang yang cukup besar untuk bisnis. Hingga pada akhirnya, di tahun 2016 game Pokemon Go hadir dengan menggunakan teknologi augmented reality.

Sejak saat itu, penggunaan AR berkembang dan membuka jalan bagi teknologi untuk konsumen dan bisnis.

Jenis-Jenis Augmented Reality

Mungkin beberapa dari kalian hanya tahu penggunaan teknologi AR hanya digunakan dalam game saja. Namun, sebenarnya teknologi ini memiliki beberapa jenis dengan fungsi dan aplikasi yang berbeda.

Berikut adalah beberapa jenis augmented reality yang wajib kamu ketahui.

1. Marker Based Augmented Reality

Jenis yang pertama adalah marker based augmented reality atau istilah lainnya adalah image recognition.

Jenis AR ini bekerja dengan menggunakan kamera untuk memindai objek visual. Biasanya, objek tersebut dapat berupa QR atau simbol.

2. Markerless Augmented Reality

Jenis yang satu ini sering digunakan secara luas, karena menggunakan GPS, kompas digital, hingga akselerometer yang ada dalam perangkat untuk menyediakan informasi dan data berdasarkan lokasi pengguna.

3. Projection Based Augmented Reality

Selanjutnya, projection based augmented reality ini bekerja dengan cara memproyeksikan cahaya buatan. Cara kerja teknologi ini biasanya memindai hologram seperti untuk mendeteksi atau memproyeksi data.

4. Superimposition Based Augmented Reality

Jenis yang terakhir ini dapat mengganti tampilan asli objek dengan bantuan augmented. Dari sinilah, object recognition memiliki peran penting.

Bagaimana Cara Kerja Augmented Reality?

Setelah memahami apa arti augmented reality, sejarah awal, dan jenis-jenis-jenisnya, sekarang mari kita bahas cara kerja augmented reality.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, teknologi AR dapat berfungsi dengan menggunakan gadget-gadget sebagai output device.

Dari gadget ini, mereka akan menampilkan konten digital berbentuk video, gambar, animasi, dan model 3D.

Biar lebih jelasnya, mari simak cara kerja augmented reality berikut ini.

1. Kamera dan Sensor

Kamera dan sensor merupakan elemen penting yang wajib dimiliki gadget untuk dapat menjalankan teknologi AR. 

Dengan adanya kamera pada smartphone, pengguna dapat memindai objek untuk menghasilkan ojek digital atau 3D.

2. Proyeksi

Elemen penting selanjutnya adalah proyeksi. Elemen ini biasanya ada pada headset AR yang dapat bergfungsi untuk mengambil informasi dari sensor dan memproyeksi gambar konten yang terkomputerisasi untuk dilihat.

Sayangnya, elemen ini masih belum sepenuhnya di desain dalam beberapa gadget.

3. Refleksi

Gadget AR memiliki cermin atau tampilan yang dapat membantu manusia untuk melihat gambar secara virtual.

Cermin kecil ini berfungsi untuk memantulkan cahaya ke kamera dan merefleksikannya ke mata manusia.

Contoh Penerapan AR

Berikut adalah beberapa contoh penerapan teknologi AR di kehidupan sehari-hari.

1. Game

Contoh Penerapan Augmented Reality pada Game

Pokemon Go! Adalah game pertama yang menggunakan teknologi augmented reality.

Baca Juga : Teknologi Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan

Game yang rilis pada tahun 2016 ini cukup populer di kalangan anak-anak muda karena memiliki konsep yang sangat unik, yaitu menggabungkan dunia nyata dengan dunia digital dengan karakter Pokemon favorit.

2. Social Media

Penggunaan teknologi AR juga di terapkan pada media sosial. Salah satu teknologi AR yang mungkin sering kalian temukan ada di media sosial Instagram.

Di Instagram, pengguna dapat menggunakan banyak filter-filter yang menarik. Filter-filter tersebut dapat mengubah objek fisik menjadi objek 3D dengan sentuhan teknologi AI (artificial intelligence).

3. Medis

Teknologi AR ternyata juga digunakan untuk sebagai media pelatihan medis. Bahkan, beberapa klinik dan universitas kedokteran saat ini menggunakan headset AR yang berguna untuk memberi informasi tentang seluk beluk anatomi tubuh manusia.

4. Broadcast

Contoh penerapan teknologi AR terakhir dapat kita temukan di acara broadcast. Salah satu contoh acara yang menggunakan teknologi ini adalah siaran cuaca dan acara olahraga.

Selain acara TV, beberapa film ternama juga kerap menggunakan teknologi, salah satunya adalah Star Wars.

Masa Depan Teknologi AR

Seperti kebanyakan teknologi yang mengganggu, tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti seperti apa masa depan AR. Sepertinya kita akan melihat peningkatan jumlah perusahaan yang berinvestasi dalam kacamata pintar AR dan perangkat yang dapat dikenakan, mengikuti jejak inovator seperti Facebook.

Permintaan akan perangkat AR yang dapat dikenakan meningkat di berbagai industri – terutama yang berada di lingkungan berbahaya, seperti manufaktur dan teknik.

5G diragukan akan berdampak pada potensi AR, dengan memungkinkan orang mengirim informasi lebih cepat ke perangkat jarak jauh dan seluler.

Munculnya 5G bahkan dapat membuka jalan ke masa depan di mana responden darurat dapat menggunakan kacamata AR untuk mendeteksi bahaya dalam situasi yang kompleks, dan mengatasi risiko secara lebih efektif.

Semoga informasi tentang augmented reality ini bermanfaat untuk kalian.

Leave a Reply

error: Content is protected !!