jaringan-client-server-adalah

Pernahkah kalian bertanya-tanya apa itu client server? Mungkin beberapa dari kalian sering mendengar istilah ini tapi tidak tahu apa maksud dan fungsi dari client server, bukan?

Jika kita artikan per kalimat, “client” berarti klien dan “server” berarti peladen (sebuah sistem komputer untuk menyimpan data). Tapi, apakah benar arti dari client server benar seperti itu? Yuk cari tahu jawabannya berikut ini.

Apa Itu Client Server?

Berdasarkan laman computerscience.gcse.guru, client server adalah jaringan komputer yang menggunakan komputer (server) khusus untuk menyimpan data, mengelola, menyediakan sumber daya, dan mengontrol akses pengguna.

Server inilah yang bertindak sebagai titik pusat pada jaringan dimana komputer lain terhubung. Sedangkan komputer yang terhubung ke server tersebut biasa kita sebut dengan klien.

Apa itu client server

Fungsi Client Server

Umumnya, jaringan client server memiliki lebih dari satu server. Setiap server memiliki fungsi dan tugas tertentu untuk menangani berbagai tugas. Salah satunya adalah:

  1. Data storage
  2. Handling security
  3. Hosting shared application
  4. Layanan email
  5. Layanan nama domain
  6. Memantau lalu lintas jaringan
  7. Dan masih banyak lainnya.

Bagaimana Cara Kerja Jaringan Client Server?

Cara Kerja Client Server

Jaringan client server berfungsi sebagai sistem penyimpanan data. Dalam sistem ini, banyak informasi dan aplikasi pada suatu perangkat yang sebenarnya disimpan atau diinstal pada sebuah server.

Saat klien ingin mengakses file atau aplikasi tertentu, klien akan mengajukan permintaan data dari server. Kemudian, server akan memverifikasi permintaan untuk memastikan bahwa permintaan itu berasal dari perangkat yang dikenali.

Baca Juga : Teknologi Cloud Computing sebagai Sarana Penyimpanan Online bagi Siswa dan Guru

Setelah server memverifikasi kredensial klien, server akan memberi izin klien untuk mengunduh data atau aplikasi yang diminta oleh klien ke perangkat mereka.

Jenis-Jenis Client Server

jenis-jenis client server

Setelah memahami apa itu client server, fungsi, dan cara kerja, sekarang mari kita simak jenis-jenis client server yang ada saat ini.

Sistem komputasi client server menggunakan arsitektur yang berbeda-beda untuk memelihara jaringan server. Umumnya, ada empat jenis arsitektur jaringan client server yang digunakan oleh professional IT.

1. One Tier Architecture

Server tingkat satu menggunakan satu perangkat untuk menjalankan program. Karena server tingkat satu tidak memerlukan akses ke jaringan atau internet, maka sistem arsitektur ini menggunakan kode yang lebih sederhana.

2. Two Tier Architecture

Sistem server ini mencakup klien, server, dan program, dan juga menyimpan graphical user interface (GUI) pada perangkat klien dan menjaga logika domain di dalam server.

Jenis server ini menggunakan bahasa pengkodean yang lebih kompleks, yakni Java atau C++ untuk menampilkan GUI.

3. Three Tier Architecture

Server tiga tingkat menggabungkan tingkat presentasi atau lapisan antarmuka pengguna, tingkat aplikasi yang bertindak sebagai lapisan layanan yang melakukan pemrosesan terperinci dan tingkat data yang terdiri dari server basis data yang menyimpan informasi.

4. N-Tier Architecture

Selanjutnya, server tiga tingkat menggabungkan tingkat presentasi atau lapisan antarmuka pengguna, tingkat aplikasi yang bertindak sebagai lapisan layanan yang melakukan pemrosesan terperinci dan tingkat data yang terdiri dari server basis data yang menyimpan informasi.

Server N-tier dapat berupa pemrograman lapisan terbuka, di mana lapisan dapat berkomunikasi secara bebas, atau lapisan tertutup ketika satu lapisan berkomunikasi hanya dengan lapisan di bawahnya.

Kelebihan dan Keuntungan

Jaringan client server memang memiliki fungsi yang sangat canggih untuk menjaga dan mengontrol semua data kita di dalam server. Meskipun begitu, sistem jaringan ini juga tidak luput dari kekurangan.

Berikut adalah beberapa kelebihan dan keuntungan menggunakan jaringan client server:

Kelebihan 

1. Sistem Keamanan Lebih Baik

Kelebihan pertama adalah sistem komputer dapat mengontrol semua data dan informasi client yang terhubung dengan jaringan. Dengan begitu, server dapat memberikan akses tertentu kepada perangkat supaya mereka tidak dapat melakukan tindakan diluar batas akses yang diberikan.

Dengan begitu, client hanya bisa mengakses berbagai data dan informasi yang diberikan atau ditentukan oleh server pusat saja.

2. Pusat Kontrol Akses Data

Kelebihan selanjutnya adalah bertugas sebagai pusat kontrol akses. Ini berarti, semua data dan informasi yang disimpan di dalam server hanya bisa diatur oleh server pusat saja.

Inilah alasan mengapa menyimpan data di dalam sistem komputer sangat aman. karena server tidak akan terpengaruh dan tidak dapat dikendalikan oleh perangkat yang tidak memiliki hak untuk mengakses data-data tertentu.

3. Pusat Pencadangan Data

Ketiga, dapat melakukan pencadangan data atau backup data pada seluruh perangkat client yang terhubung.

Aktivitas ini bertujuan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak terduga, seperti kehilangan data, kerusakan, bug, error, dan lain-lainnya.

Kekurangan 

1. Memegang Kendali Penuh

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, server merupakan satu-satunya yang memiliki kendali penuh atas semua data yang dimiliki oleh client. Maka dari itu, server harus memiliki lebih dari dua sistem komputer untuk menghindari terjadinya hambatan lalu lintas jaringan akibat kegagalan server.

Jika server hanya menggunakan satu sistem komputer, maka server tidak memiliki cadangan yang dapat mereka pakai sebagai pusat manajemen jaringan.

Jadi, jika server tunggal tersebut mengalami error atau kerusakan, maka seluruh jaringan akan lumpuh atau single point of failure (SPOF). Jika ini terjadi, maka client harus menunggu sistem jaringan tersebut pulih kembali.

2. Harus Memiliki Perangkat Dengan Spesifikasi Khusus

Jika kamu ingin menggunakan sistem ini, maka kamu harus memiliki sebuah perangkat dengan spesifikasi hardware yang lebih tinggi dari komputer pada umumnya.

Kenapa begitu? Ini karena, komputer tersebut akan bekerja sebagai server pusat yang harus tetap menyala selama 24 jam dan bekerja lebih keras daripada komputer pada umumnya.

Karena komputer tersebut harus bekerja secara terus menerus, maka spesifikasi komputer tersebut harus menggunakan teknologi terbaru dan tercanggih, sehingga mau tidak mau, kalian harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membangun jaringan server sendiri.

3. Tidak Semua Client Dapat Mengakses Data

Kekurangan selanjutnya dari penggunaan jaringan server ini adalah keterbatasan mengakses data.

Ini karena semua hak akses data-data dan informasi yang disimpan hanya bisa diakses oleh server utama saja. Jadi, saat client ingin mengakses data tersebut, mereka harus meminta izin terlebih dahulu kepada server.

4. Gangguan Lalu Lintas Saat Banyak Permintaan

Karena sistem ini secara penuh dipegang oleh server utama, maka potensi gangguan jaringan lalu lintas jauh lebih tinggi. Hal ini dikarenakan akan banyak client yang akan membuat permintaan untuk mengakses data secara bersamaan.

5. Mempekerjakan Admin Server Profesional

Kekurangan sistem client server terakhir adalah harus mempekerjakan seorang admin server yang handal atau profesional. Umumnya, admin server professional memiliki pengalaman mengendalikan server, jadi mereka bisa memantau dan mengurangi potensi terjadinya bug atau sistem error di server mereka.

Kesimpulan

Itulah serba-serbi tentang apa itu client server. Meskipun sistem ini terdengar sangat kompleks, namun penggunaan server ini akan sangat membantu perusahaan untuk menjaga keamanan data-data yang penting.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!