Computational Thinking: Pengertian, Kelebihan, dan Contoh

10 0
Apa Itu Computational Thinking

Pernahkah kamu mendengar sebuah istilah yang bernama computational thinking? Istilah ini sering dikaitkan dengan problem solving yang merupakan salah satu keahlian atau skill yang harus dimiliki oleh semua orang.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang keberadaan istilah ini. Dalam kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan secara rinci tentang apa itu computational thinking. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Computational Thinking?

Apa Itu Computational Thinking

Menurut laman digitalcompromise.org, computational thinking adalah seperangkat keterampilan dan praktik yang saling terkait untuk memecahkan masalah yang kompleks, cara untuk mempelajari topik dalam banyak disiplin ilmu, dan kebutuhan untuk berpartisipasi penuh dalam dunia komputasi.

Seperti yang kita tahu, penggunaan komputer dapat membantu manusia untuk memecahkan banyak masalah. Namun, sebelum kita dapat mengatasi masalah tersebut, kita harus mencari tahu proses pemecahan masalah tersebut.

Dengan memiliki kemampuan pemikiran komputasi, manusia dapat melakukan banyak hal.

Computational thinking memungkinkan manusia untuk memahami masalah yang kompleks dan menemukan solusi yang tepat.

Dengan adanya pemikiran ini, maka manusia dapat menghasilkan solusi yang dapat dipahami baik untuk komputer dan manusia.

4 Landasan Utama Computational Thinking

Terdapat empat teknik kunci utama untuk memiliki keterampilan computational thinking:

1. Decomposition 

Tahap pertama dari CT adalah decomposition. Pada tahap ini, seseorang akan memecah masalah menjadi lebih kecil dan sederhana. Dengan begitu, mereka dapat menyelesaikan masalah satu per satu dan dapat mengidentifikasi bagian mana asal usul masalah itu datang.

2. Pattern Recognition

Tahap kedua adalah pattern recognition yang berarti mencari pola atau kesamaan di antara dan di dalam masalah atau sistem.

3. Abstraction 

Tahap ketiga adalah abstraction yang berarti pemecahan. Dalam tahap ini, seseorang hanya perlu mengeneralisasi dan mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar yang menghasilkan pola, algoritma, dan keteraturan.

Tahapan ini sangat penting dilakukan karena dapat membuat seseorang melihat prinsip tersebut dan membuat sebuah model baru untuk menyelesaikan masalah.

4. Algorithms 

Tahap terakhir pemikiran komputasi adalah Algorithm. Dalam langkap ini, seseorang harus dapat mengembangkan sebuah petunjuk untuk menyelesaikan masalah secara bertahap.

Pentingnya Computational Thinking

Perlu kamu tegaskan, penerapan CT ini tidak hanya berhubungan dengan sistem komputer saja, tetapi kehidupan sehari-hari juga menggunakan konsep ini.

Keahlian ini dapat kita terapkan dalam industri apapun, termasuk bisnis komersial dan sosial yang dimana kamu akan diminta untuk merancang sebuah konsep untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi saat bekerja.

Baca Juga : Client Server: Pengertian, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan

Jika kamu tidak memiliki keahlian ini, kamu akan kesulitan untuk membuat sebuah solusi yang efisien dan efektif. Maka dari itu, keterampilan pemikiran komputasi ini wajib kamu pelajari dan kuasai.

Karakteristik Computational Thinking

Umumnya, seseorang yang memiliki keahlian berpikir komputasi memiliki beberapa karakteristik, berupa:

  • Mampu menemukan rumus untuk menyelesaikan dengan perangkat komputer.
  • Dapat mengelompokkan dan menganalisis data untuk menyelesaikan masalah.
  • Memiliki kemampuan untuk mempresentasikan data kompleks dengan menggunakan model atau simulasi.
  • Memiliki kemampuan untuk menganalisis solusi dengan cara yang efisien dan efektif.
  • Mampu menggeneralisasi solusi untuk memecahkan berbagai masalah yang berbeda-beda.

Kelebihan Computational Thinking

Saat seseorang memiliki keterampilan berpikir komputasi, mereka akan merasakan banyak kelebihan yang dapat membantu mereka di kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa kelebihan atau manfaat memiliki keahlian ini:

  • Mereka dapat menemukan dan memecahkan masalah yang kompleks dengan cara sederhana tapi efektif.
  • Computational thinking dapat melatih pola pikir seseorang untuk berpikir lebih logis, kreatif, dan terstruktur.
  • Mengelompokkan masalah ke dalam bagian-bagian kecil untuk bisa lebih dipahami dan dimengerti.

Penerapan Computational Thinking

Apa Itu Computational Thinking

Setelah memahami apa itu computational thinking dan manfaatnya, sekarang kami akan menjelaskan bagaimana menerapkan keahlian ini pada pekerjaan.

Baca Juga : Artificial Intelligence: Pengertian, Tujuan, dan Penerapan

Satu hal yang perlu kamu ingat, keterampilan ini tidak hanya bisa diterapkan pada pekerjaan saja, pendidikan juga bisa menerapkan keterampilan ini.

Berikut beberapa contoh penerapan computational thinking yang bisa kamu terapkan.

1. Merinci Masalah

Pertama, saat kamu sedang menghadapi masalah, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menganalisis masalah tersebut. Setelah memahami masalah, langkah selanjutnya adalah menjabarkan masalah.

Salah satu cara termudah untuk menganalisis dan menjabarkan masalah adalah mengelompokkan poin-poin penting dari sebuah masalah. Setelah mengelompokkan poin-poin tiap masalah, kamu akan lebih mudah mengelola dan menganalisis masalah tersebut.

Setelah itu, kamu bisa membuat beberapa hipotesis dan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2. Berpikir Sistematis

Setelah mengelompokkan masalah sesuai spesifikasi, langkah selanjutnya adalah mencoba untuk berpikir secara sistematis untuk menemukan pola atau algoritma yang tepat.

Algoritma yang kami maksud adalah menjabarkan masalah dan mengelompokkannya sesuai dengan kategori atau spesifikasi. Setelah menemukan algoritma yang tepat, maka kamu bisa berpikir secara sistematis.

3. Implementasi, Solusi, dan Evaluasi

Setelah melewati dua langkah sebelumnya, sekarang adalah mengevaluasi masalah dengan membuat solusi yang sistematis. Apakah solusi tersebut sudah benar dan efisien.

Manfaat Computational Thinking

CT adalah salah satu kemampuan yang wajib dikuasai oleh semua orang untuk masuk ke dunia kerja.

Tujuan dari penerapan computational thinking ini adalah untuk mendorong kemampuan problem solving seseorang dan membuat pola pikir orang tersebut layaknya komputer.

Selain itu, computational thinking juga memiliki manfaat lain yang bermanfaat untuk diri sendiri dan karir. Berikut adalah beberapa manfaat dari penerapan computational thinking.

  • Membuat problem solving yang efektif.
  • Melatih pola pikir jadi lebih kreatif.
  • Mindset lebih terstruktur dan logis.
  • Mendorong seseorang dapat bekerja lebih efisien dan profesional.

Contoh Computational Thinking

Penerapan CT tidak terbatas pada masalah-masalah yang berkaitan dengan teknologi saja, tetapi konsep ini juga bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan computational thinking dalam kehidupan kita.

  • Sebagai seorang social media specialist, kamu tidak boleh membuat konten secara asal. Kamu harus melakukan analisa tren, brainstorming dengan tim, dan membuat konsep yang sempurna. Hal ini bertujuan supaya konten media sosial yang kamu buat dapat diterima dengan baik oleh audiens.
  • Saat kamu ingin berlibur, konsep CT akan membantu kamu membuat rencana liburan yang lebih detail. Misalnya, sebelum pergi, kamu pasti akan melakukan pencarian hotel yang murah, transportasi murah dan efisien, destinasi wisata, dan lain sebagainya.

Itulah penjelasan singkat tentang computational thinking (CT) mulai dari pengertian, fungsi, kelebihan, dan manfaat.

Meskipun keterampilan ini bukan menjadi skill utama di bidang pekerjaan, kamu tetap harus mengasah keterampilan ini supaya kamu bisa menangani masalah-masalah yang akan kamu hadapi di masa depan.

Semoga informasi ini membantu kalian semua!

Leave a Reply

error: Content is protected !!