Black Box Testing: Pengertian, Jenis, dan Teknik-Tekniknya

10 0
Black-box-texting-adalah

Hampir semua software developer pasti pernah melakukan black box testing. Software ini membantu para developer untuk mengetahui apakan software yang sudah mereka buat sudah berjalan dengan baik atau belum.

Biar lebih jelas memahami apa itu black box testing, yuk simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini!

Pengertian Black Box Testing

Black Box Testing Adalah

Black box testing biasa dikenal dengan behavioral environment, opaque-box, closed-box, specification-based, atau eye-to-eye testing.

Umumnya, developer menggunakan black box testing sebagai metode untuk menganalisis fungsionalitas perangkat lunak atau aplikasi tanpa mengetahui banyak tentang struktur atau desain internal item yang sedang diuji. Dari sini, mereka dapat membandingkan nilai input dengan nilai output.

Sebagian besar pengembang menggunakan metode ini untuk menguji aplikasi atau software. Dari sini, kita dapat mengetahui masalah atau bug yang ditemukan dengan metode black-box.

Tipe-Tipe Black Box Testing

Secara praktis, ada beberapa jenis black box testing berbeda yang bisa kita gunakan berdasarkan fungsi utamanya. Berikut adalah beberapa tipe black box yang wajib kamu ketahui.

1. Functional Testing

Metode pengujian yang pertama ini berkaitan dengan persyaratan fungsional atau spesifikasi aplikasi. Dari metode ini, kamu akan mengetahui fungsi aplikasi apa yang sedang bermasalah hingga membandingkan hasil pengujian input dan output aktual.

Functional testing ini memiliki beberapa jenis utama, berikut jenis-jenisnya:

  • Smoke testing.
  • Sanity testing.
  • Integration testing
  • System testing
  • Regression testing
  • User acceptance testing.

2. Non-Functional Testing

Selain menguji fungsionalitas, developer juga harus mengecek beberapa aspek non-fungsional untuk menguji, meningkatkan kualitas, dan performa aplikasi.

Berikut beberapa jenis utama non-functional testing:

  • Usability testing.
  • Load testing.
  • Performance testing.
  • Compatibility testing.
  • Stress testing.
  • Scalability testing.

3. Regression Testing

Jenis black box testing selanjutnya adalah regression testing yang berfungsi untuk memeriksa apakah versi terbaru dari software yang sedang diuji menunjukkan regresi atau penurunan kemampuan dari satu versi ke versi berikutnya.

Baca Juga : White Box Testing: Pengertian, Fungsi, dan Teknik-Tekniknya

Selain itu, pengujian regresi ini diterapkan untuk mengetahui fungsional software, seperti fitur tertentu tidak dapat berfungsi seperti yang diharapkan, atau aspek dari non-fungsional, seperti kinerja performa software di versi terbaru berjalan sangat lambat.

Teknik-Teknik Black Box Testing

Ternyata, metode black box testing memiliki beberapa teknik yang bertujuan untuk menguji fungsi secara sistematis. Seorang penguji bisa menemukan kasus terbaru dengan menggunakan beberapa teknik berikut ini:

  • Equivalence Partitioning
  • Boundary Value Analysis
  • Decision Table Testing
  • State Transition Testing
  • Error Guessing
  • Graph-Based Testing Methods
  • Comparison Testing

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan lebih detail dari masing-masing teknik black box testing berikut ini.

1. Equivalence Partitioning

Teknik black box testing yang pertama ini sering dikenal sebagai Equivalence Class Partitioning (ECP). Teknik pengujian ini kerap digunakan oleh seorang penguji untuk menguji nilai kelompok atau partisi dari input yang masuk.

Sebagai contoh, dalam suatu sistem memerlukan tanggal lahir pengguna. Teknik ini digunakan untuk menguji bagaimana respon aplikasi tersebut saat mendapatkan pengguna baru di bawah usia 18 tahun.

Contoh Black Box Testing

Berdasarkan gambar, pada bagian “Age,” mereka hanya menerima usia dari 18 tahun hingga usia 60 tahun. Ini berarti, akan ada dua kelas yang tidak valid:

  • Kurang dari atau sama dengan 17 tahun.
  • Lebih besar atau sama dengan 61 tahun.

Kelas yang valid hanyalah pengguna yang berusia di antara 18 hingga 60 tahun.

Dengan demikian, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software atau aplikasi tersebut sudah berjalan sesuai dengan skenario usia di atas atau belum.

2. Boundary Value Analysis

Teknik black box yang kedua adalah boundary value analysis.

Dari metode ini, penguji dapat mengidentifikasi bahwa suatu sistem memiliki respons khusus di sekitar nilai batas tertentu. Misalnya, bidang tertentu hanya dapat menerima nilai antara 0 dan 99. Maka, penguji dapat fokus pada nilai batas (-1, 0, 99, dan 100), untuk melihat apakah sistem menerima dan menolak input dengan benar.

3. Decision Table Testing

Banyak sistem memberikan output berdasarkan serangkaian kondisi. Karena itu, metode ini memungkinkan penguji untuk mengetahui apakah sistem bisa berjalan sesuai dengan aturan yang sudah mereka rencanakan.

Misalnya, perusahaan asuransi kesehatan dapat memberikan premi yang berbeda berdasarkan usia tertanggung (di bawah 40 atau di atas 40) dan apakah mereka perokok atau tidak. Ini menghasilkan tabel keputusan dengan empat aturan dan hingga empat hasil. Berikut adalah contoh tiga kemungkinan hasil pengujian

ConditionsRule 1Rule 2Rule 3Rule 4
< 40 tahunFalseFalseTrueTrue
SmokerFalseTrueFalseTrue
Outcomes
1: High Premium
2: Medium Premium
3: Low Premium

4. State Transition Testing

Dalam beberapa sistem, respons signifikan dihasilkan ketika sistem bertransisi dari satu keadaan ke keadaan lain. Contoh umum adalah mekanisme login yang memungkinkan pengguna untuk mengautentikasi, tetapi setelah sejumlah upaya login tertentu, transisi ke status berbeda, mengunci akun.

Baca Juga : Tahukah Anda? Tujuan Internet diciptakan untuk Keperluan Militer!

Jika penguji mengidentifikasi mekanisme transisi status, mereka dapat merancang kasus uji yang menyelidiki sistem saat transisi status. Misalnya, untuk sistem yang mengunci akun setelah lima kali upaya login gagal, kasus uji dapat memeriksa apa yang terjadi pada upaya login keenam.

5. Error Guessing

Teknik ini membantu penguji untuk mengetahui perilaku dan fungsionalitas dari sebuah aplikasi atau software, sehingga mereka dapat menebak area sistem yang mana yang rawan akan bug.

Maka dari itu, metode yang satu ini menjadi hal yang wajib supaya developer menemukan bug dan memperbaiki sistem yang rawan kerusakan.

6. Graph-Based Testing Methods

Selanjutnya, teknik black box testing yang wajib kamu ketahui adalah graph-based testing methods.

Teknik yang satu ini berfungsi untuk mengidentifikasi objek dan grafik yang ada di dalam setiap aplikasi. Seperti yang kita tahu, setiap aplikasi adalah build-up dari beberapa objek.

Maka dari itu, berdasarkan hasil grafik objek tersebut, penguji dapat melihat setiap hubungan objek diidentifikasi dan kasus uji ditulis sesuai untuk menemukan kesalahan.

7. Comparison Testing

Teknik terakhir adalah comparison testing. Metode ini digunakan untuk menguji dan membandingkan performa dari setiap versi software atau aplikasi yang sama.

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Black Box Testing

Keuntungan Black Box Testing

  1. Seorang penguji tidak perlu memiliki latar belakang teknis. Mereka hanya perlu menguji dan memposisikan diri mereka dari sudut pandang pengguna.
  2. Sistem pengujian dapat dilakukan setelah developer menyelesaikan proyek mereka.
  3. Metode ini sangat efektif untuk menguji aplikasi yang besar dan kompleks.
  4. Identifikasi bug dan inkonsistensi bisa diketahui di awal pengujian

Kerugian Black Box Testing

  • Tanpa memiliki pengetahuan teknis atau programming, kemungkinan penguji mengabaikan “red alert” yang muncul saat pengujian.
  • Complete test coverage tidak bisa dilakukan untuk proyek atau aplikasi besar dan kompleks.

Metode black box testing sangat menjadi langkah yang wajib supaya developer dapat menghindari dan meminimalisir adanya kesalahan atau bug yang ada di dalam sebuah aplikasi/software

Singkatnya, metode ini sangat membantu developer untuk memverifikasi fungsionalitas sistem dan mengidentifikasi bug yang ada dalam software.

Semoga setelah membaca artikel ini, kamu jadi lebih mengerti tujuan dan pentingnya metode black box testing ini, ya.

Leave a Reply

error: Content is protected !!