Biasanya bermain game adalah untuk mengisi waktu luang. Dengan bermain game, waktu senggang menjadi lebih menyenangkan pada akhirnya. Apalagi saat bermain game online bersama teman.

Sekarang ada banyak pilihan untuk game online, termasuk game aksi, arcade, puzzle, dll. Selain animasi indah yang melekat pada game online, ini juga memungkinkan setiap pengguna untuk bersaing satu sama lain dan berkolaborasi dalam kelompok.

Dengan menyediakan berbagai fitur menarik, game online justru bisa memicu ketagihan. Padahal, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan bahwa kecanduan game online termasuk dalam kategori gangguan jiwa.

Hal ini tentu saja tidak boleh diabaikan, dan bagi anak usia sekolah, efeknya juga sangat buruk. Berikut ini bahaya kecanduan game online dan cara mengatasinya. Artikel ini telah dirangkum dari berbagai sumber.

Bahaya Game Online Pada Anak

Jika anak-anak sering bermain game online, hal ini tentunya akan menimbulkan ketagihan dengan game online. Faktanya, kecanduan game online memiliki efek yang merusak kesehatan fisik dan mental. Berikut bahaya kecanduan anak pada game online:

1. Kekurangan Vitamin D

Saat ketagihan bermain game online, anak sering menghabiskan waktu di dalam kamar. Oleh karena itu, karena sedikit paparan sinar matahari, hal ini dapat menyebabkan kekurangan vitamin D. Padahal sinar matahari merupakan stimulan vitamin D alami bagi tubuh manusia.

2. Nyeri Otot

Sebuah laporan di British Medical Journal melaporkan bahwa bermain game selama berjam-jam tanpa henti dapat menyebabkan nyeri otot. Ini karena tubuh dipaksa untuk bertahan dalam satu posisi dalam waktu yang lama tanpa peregangan. Bahkan saat otak dalam keadaan tegang, ia tetap memacu adrenalin saat bermain game online.

3. Masalah Penglihatan

Terlalu banyak bermain game online juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata, terutama kehilangan penglihatan.

Bagian mata tidak cukup terlindungi dari sinar matahari dan juga cahaya biru dari perangkat elektronik. Peneliti dari Universitas Harvard membuktikan mengenai cahaya biru telah lama dianggap sebagai cahaya paling berbahaya bagi retina.

Ketika menembus bagian luar mata, cahaya biru yang mencapai bagian mata yang paling dalam, retina, dan mungkin memiliki efek jangka panjang yaitu kerusakan retina. Selain itu, paparan sinar biru yang berlebihan juga dapat menyebabkan degenerasi makula, peningkatan risiko glaukoma, dan penyakit degeneratif retina, yang dapat menyebabkan kebutaan.

4. Kurang Tidur, Memicu Insomnia

Bermain game online biasanya membuat anak-anak kehilangan waktu. Bahkan jika Anda terus bermain game online tanpa gangguan, itu tidak akan berhenti. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah karena berkurangnya waktu tidur. Selain itu, adrenalin yang terus-menerus di malam hari juga dapat menyebabkan insomnia.

5. Perubahan bentuk Tubuh

Kecanduan game online dapat menyebabkan pasien lupa waktu untuk makan dan berolahraga. Dengan cara ini, bentuk tubuh bisa diubah. Beberapa orang menjadi kurus karena sering bermain game. Sebagian lainnya cenderung mengalami obesitas karena bermain game sambil makan makanan yang tidak sehat.

6. Memicu Sindrom Quervain

Dengan terus bermain game online ternyata dapat memicu terjadinya sindroma Quervain. Laporan di halaman WebMD menyatakan bahwa sindrom Quervain merupakan penyakit abnormal yang disebabkan oleh peradangan pada tendon. Keadaan ini bisa dipicu oleh gerakan tangan yang berulang (misalnya saat bermain game online).

Penderita sindrom Quervain biasanya merasakan sakit dan kondisinya akan terus memburuk, sehingga jika tidak segera ditangani, mereka tidak akan bisa membalikkan pergelangan tangannya. Faktanya, dalam kasus terburuk, rasa sakit bisa menyebar ke lengan.

Cara Mengatasi Kecanduan Game Online

1. Batasi Jadwal Bermain Game

Salah satu cara untuk mengatasi kecanduan game online adalah dengan membatasi jadwal bermain game secara ketat. Agar anak-anak tidak langsung kaget, sebaiknya kurangi waktu bermain game secara perlahan. Untuk menjaga agar jadwal bermain anak tetap terkendali, harus konsisten saat melaksanakan jadwal ini.

2. Meletakkan Alat Main Game di Luar Kamar

Anak-anak yang cenderung memanjakan diri dengan game online biasanya disebabkan oleh kebebasan yang terlalu banyak dalam meletakkan smartphone, PC atau konsol game di dalam kamar. Suasana yang nyaman tersebut terkadang membuat anak terlena karena tidak diawasi oleh orang tuanya.

Oleh karena itu, salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kecanduan anak-anak terhadap game adalah dengan mengeluarkan peralatan game online mereka dari ruangan. Dengan cara ini, anak-anak dapat bermain game di bawah pengawasan orang tuanya setiap kali bermain.

3. Beri Anak Aktivitas dalam Mengalihkan Perhatian

Bermain game terkadang digunakan untuk mengisi waktu luang. Oleh karena itu, untuk mengurangi kecanduan anak-anak terhadap game, Anda harus mulai menyelidiki aktivitas mana yang mungkin mengganggu.

Dengan membuat anak-anak sibuk dengan aktivitas baru seperti bermain di luar ruangan, permainan online yang mengganggu seringkali sangat efektif. Kemudian, Anda dapat mengajak anak Anda untuk berolahraga bersama secara rutin agar mereka dapat melatih dan merawat tubuh mereka.

4. Berkomunikasi dengan Orang Lain

Membiasakan diri berdiam diri di dalam kamar menyebabkan kurangnya kehidupan sosial pada anak. Anak-anak yang kecanduan game online biasanya cenderung menjadi anak antisosial. Oleh karena itu, sebaiknya ajak anak Anda untuk bersosialisasi dengan orang lain, seperti dengan teman, keluarga, kerabat, dan mengenalkannya pada komunitas yang mereka minati.

5. Jelajahi Minat dan Bakat

Ketika anak-anak kecanduan game online, cobalah biarkan mereka mengeksplorasi minat dan bakat lain untuk mengalihkan perhatian mereka. Misalnya, ajak dia memasak dan mencampur makanan bersama, atau bermain musik, atau bahkan melukis atau membuat karya lain.

Itulah bahaya game online untuk anak dan bagaimana cara mengatasi anak yang kecanduan game online.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!