Kendala yang Sering Dihadapi dalam Penerapan Sistem E-Learning di Indonesia

7 2

Dengan berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan dari E-Learning. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan, bukan? Baik untuk dirimu secara personal atau bagi dunia pendidikan secara keseluruhan

Sayangnya nih, penerapan E-Learning di Indonesia sendiri masih mengalami banyak sekali kendala. Kendala-kendala yang muncul tersebut dapat mempengaruhi sistem pembelajaran dengan metode ini.

Lalu, sebenarnya apa saja sih kendala penerapan E-Learning yang ada di Indonesia saat ini? Ini dia beberapa diantaranya :

1. Belum tersedia koneksi internet yang merata di seluruh Indonesia

Coba kamu bandingkan koneksi internet di perkotaan dan di pedesaan Indonesia. Kecepatan akses internetnya pun terpaut cukup jauh. Di kota-kota besar, sinyal internetnya bagus. Dengan sinyal yang bagus, kamu bisa mengakses sumber pembelajaran secara online, log in ke aplikasi E-Learning, dan sebagainya dengan mudah dan cepat. Hal ini tentunya membuat proses belajar dengan metode E-Learning lebih lancar dan menyenangkan.

Beda kasusnya jika kamu berada di desa atau di area-area yang koneksi internetnya belum stabil. Jangankan untuk mengakses aplikasi-aplikasi E-Learning yang membutuhkan sinyal yang kuat. Mengakses halaman web saja, loading-nya terasa sangat lama. Kita pasti sudah merasa jengkel lebih dulu, bukan? Alhasil, proses belajar online yang kita lakukan nggak akan maksimal.

Padahal nih, E-Learning mensyaratkan koneksi internet yang stabil dan bagus sebagai “jembatan” aksesnya. Tanpa koneksi internet yang stabil ini, sistem belajar online jadi mustahil untuk dilakukan.

Lalu, apa sih saja sih solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini?

Kendala penerapan E-Learning satu ini tentunya punya solusi sendiri lho! Demi mendukung kelancaran sistem belajar online, Pemerintah harus segera meratakan koneksi internet di seluruh area di Indonesia.

Jadi, kamu nggak perlu lagi merasa jengkel karena koneksi internet yang lemot. Alhasil, belajar online-pun jadi lebih gampang dan menyenangkan.

Baca Juga : Tips Belajar Bimbel Online Agar Efektif

2. Perangkat digital (infrastruktur) yang belum memadai

Nah, kendala penerapan E-Learning yang satu ini juga nyatanya nggak jauh-jauh banget dari masalah koneksi internet. Ya, itu adalah masalah infrastruktur. Seperti yang kita semua tahu. Untuk mengakses pembelajaran online, kita memerlukan koneksi internet yang stabil dan juga perangkat digital yang mendukung.

Apa saja sih contoh perangkat digital tersebut? Ya, contohnya saja adalah smartphone, PC, tablet, dan beragam peralatan multimedia lainnya. Contoh paling gampang dan paling dekat adalah smartphone, kita yang terbiasa menggunakan smartphone mungkin nggak menjadikan kepemilikan ponsel pintar sebagai kendala lantaran kita sudah memilikinya.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang masih belum memilikinya? Hal ini tentunya menjadi kendala yang sangat besar, bukan? Mengingat kita memerlukan perangkat tersebut untuk mengakses pembelajaran secara online.

Bagi masyarakat beberapa kalangan, smartphone atau laptop bukanlah suatu barang yang bisa didapat (dibeli) dengan mudah. Perlu usaha ekstra keras untuk membeli barang tersebut. Beberapa diantaranya bahkan harus menabung beberapa bulan dulu untuk dapat membeli smartphone/laptop itu.

Harga barang tersebut bagi sebagian orang terbilang sangat mahal, dan kurang bisa dijangkau. Contohnya saja, harga smartphone termurah yang mendukung proses E-Learning berada di rentang harga 700 ribu hingga 1 jutaan rupiah. Sementara itu, untuk laptop baru harga paling murahnya 3-4 jutaan rupiah per unit.

Keterbatasan biaya untuk membeli peralatan penunjang E-Learning tersebut masih jadi salah satu kendala yang mempersulit sebagian siswa untuk mengakses pembelajaran online ini. Belum lagi nih, keberadaan infrastruktur tersebut di sekolah-sekolah juga belum merata.

Hal ini menambah panjang daftar kendala penerapan E-Learning di Indonesia. Solusinya? Nah, mari masuk ke solusi untuk mengatasi masalah satu ini. Karena kendalanya berupa ketersediaan infrastruktur, maka pemerintah dan sekolah harus bekerja sama dalam pengadaan infrastruktur penunjang proses pelajaran ini.

Pemberian dukungan fasilitas pada para siswa kurang mampu juga harus dilakukan untuk menuntaskan masalah ini.

3. Kurangnya SDM yang paham dengan penggunaan perangkat digital

Masalah ketiga, tidak semua tenaga pengajar yang saat ini ada paham dan memiliki keahlian dalam mengoperasikan perangkat-perangkat digital serta menjalankan perangkat lunaknya. Hal ini tentunya menjadi kendala sendiri.

Tenaga pengajar dan juga peserta didik yang sudah terlalu terbiasa dengan metode belajar secara offline dan mereka tidak familiar dengan perangkat dan aplikasi E-Learning digital semakin membuat pembelajaran online sulit diterapkan secara maksimal.

Oke, solusinya? Harus diadakan sosialisasi untuk memperkenalkan sistem E-Learning ini, cara penggunaan perangkatnya dan juga bagaimana cara mengoperasikan perangkat lunak pendukung pembelajaran online.

Selain itu, harus ada pemandu yang mampu mengarahkan tenaga pengajar dan siswa. Dalam hal ini, pemandu tersebut bisa berupa Guru TIK, Guru IT, dan bidangnya yang tentu lebih familiar dengan penggunaan teknologi ini.

4. Belum Terbiasa

Kendala penerapan E-Learning yang selanjutnya adalah karena kita belum terbiasa mengaplikasikan metode satu ini. Sehingga, kita akan merasa kesulitan – pada awalnya.

Kamu terbiasa bangun pagi dan berangkat sekolah sebelumnya. Nah, karena adanya pandemi ini. Tiba-tiba sistem belajar diubah menjadi online yang mana sebelumnya jarang diaplikasikan. Karena itulah, sistem E-Learning tidak bisa langsung diterima dan diterapkan. Siswa-siswi ataupun guru harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran online ini terlebih dahulu.

Lambat laun, ketika sudah terbiasa. Maka, sistem E-Learning akan lebih mudah diaplikasikan karena kita sudah “mengenalnya”.

Solusi dari masalah yang satu ini tentu saja adalah dengan membiasakan diri.

5. Butuh Biaya Lainnya

Yap, biaya lagi-lagi jadi salah satu faktor kendala penerapan E-Learning di Indonesia. Untuk mengakses pembelajaran jenis ini, tentunya ada beberapa jenis biaya yang harus kamu keluarkan. Salah satunya adalah biaya internet alias untuk beli kuota.

Baca Juga : Rekomendasi Situs Belajar Online Murah Diskon

Paling tidak, per bulannya kita bisa mengeluarkan uang puluhan ribu rupiah untuk membeli kuota. Atau untuk membayar biaya berlangganan Wifi (bagi yang memasangnya). Nominal tersebut sebenarnya terbilang cukup murah, tapi jadi mahal untuk sebagian kalangan.

Solusinya? Pemberian bantuan pada siswa. Salah satu contoh solusi yang diberikan pemerintah dan telah terealisasi adalah dengan pemberian kuota bantuan pada siswa dan guru. Diharapkan program ini dapat meringankan siswa dan pengajar.

Nah, buat kamu yang mendapatkan kuota bantuan ini. Yuk, manfaatkan kuota tersebut dengan bijak. Gunakan hanya untuk menunjang proses pembelajaran yang kamu miliki.

Itulah beberapa kendala penerapan E-Learning di Indonesia. Kendala tersebut adalah : koneksi internet di Indonesia yang belum stabil dan merata, kurangnya infrastruktur yang memadai, tidak siapnya SDM Pengajar dan siswa, belum terbiasa, membutuhkan beberapa biaya tambahan, dan sejenisnya. Kesimpulannya, masih ada beberapa masalah yang perlu dibenahi agar proses belajar dengan metode E-Learning jadi lebih lancar.

Diperlukan pula peran aktif dari pemerintah, sekolah, guru, orangtua dan siswa itu sendiri. Sekian pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat ya,

2 comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!