Keyboard QWERTY Ternyata Dirancang untuk Memperlambat Kecepatan Mengetik Lho!

9 1

Halo semua, pernah nggak sih kamu penasaran kenapa keyboard di komputer atau ponselmu memiliki desain QWERTY? Kenapa nggak menggunakan urutan ABCDE saja sesuai abjad?

Ternyata, pengurutan abjad dalam keyboard sendiri memiliki sejarah cukup panjang lho. Pengurutan ini bahkan didasarkan pada tujuan dan manfaat tertentu. Ada juga beberapa Fakta Unik Keyboard QWERTY ini. Penasaran? Yuk, simak ulasannya dibawah ini :

Penamaan Keyboard QWERTY

Papan ketik atau yang lebih populer dengan sebutan Keyboard ini sudah jadi bagian paling penting dalam penggunaan gadget dan komputer sehari-hari. Tanpa alat tersebut, kita tak akan bisa menginput data atau angka serta perintah lainnya ke ponsel/komputer.

Semua keyboard yang ditampilkan di smartphone modern ataupun perangkat keras komputer ini menggunakan layout huruf QWERTY. Disebut demikian karena huruf Q”, “W”, “E”, “R”, “T”, dan “Y” merupakan deretan huruf pertama yang ada di kiri atas – mengawali papan huruf lainnya.

Penggunaan papan ketik QWERTY ini sebenarnya bermula dari penggunaan mesin ketik manual yang sering dipakai zaman dulu lho. Susunan huruf di mesin tik sendiri awalnya dibuat berurutan sesuai dengan alphabet. Sayangnya, hal ini kerap menimbulkan masalah pada mesin tik. Mesin tersebut kerap macet lantaran operatornya mengetik terlalu cepat.

Ketika 2 tuts di mesin tik dipencet bersamaan dalam kurun waktu yang hampir bersamaan pula. Bagian hammer (batang yang berfungsi sebagai pencetak huruf di kertas) akan saling bertumpuk sehingga tak dapat bergerak.

Hal inilah yang kemudian mendorong Christopher Latham Sholes untuk melakukan eksperimen selama bertahun-tahun untuk menemukan solusi yang paling tepat. Sekitar awal tahun 1860-an, Sholes dan kawan-kawannya mengajukan sebuah paten yang mendeskripsikan bagaimana tuts bersusunan QWERTY dapat mengurangi kerusakan di mesin tik.

Paten yang berjudul “Sholes & Glidden Type Writer” tersebut didaftarkan ke kantor paten Amerika Serikat (USPTO) dan disetujui pada 23 Juni 1868. Awalnya susunan ini hanyalah QWE.TY dimana huruf R masih diisi dengan karakter titik satu (.)

Namun, sebelum pendaftaran hak paten, Sholes menggantinya menjadi huruf R hingga jadi layout awal QWERTY yang kita kenal seperti saat ini. Penggantian tersebut disinyalir berhubungan dengan teori “Biagram Frequency”.

Penggunaan layout QWERTY ini sendiri pertama kali digunakan pada sebuah mesin ketik buatan Remington pada tahun 1874 dengan beberapa penyesuaian tata letak keyboard QWERTY modern. Tata letak QWERTY pun jadi semakin popular dengan keberhasilan Remington No.2 tahun 1878. Dimana mesin tik ini telah menyertakan huruf besar dan kecil dengan menggunakan tombol shift.

Fakta Unik Keyboard QWERTY

Tahukah kamu? Selain digunakan untuk mengatasi masalah mesin tik macet, ternyata layout QWERTY ini dirancang untuk memperlambat kecepatan mengetikmu lho!

Ya, inilah yang jadi salah satu Fakta Unik Keyboard QWERTY satu ini. Hal tersebut tentunya berhubungan dengan sejarah kemunculan keyboard QWERTY seperti yang kita bahas diatas. Dulu-dulu sekali, keyboard ini dibuat sesuai dengan abjad. Namun, seiring dengan kemampuan (kebiasaan user) yang akhirnya membuat kecepatan mengetik jadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan mekanisme mesin saat itu yang terbilang masih sangat sederhana. Batang-batang (slug) yang menghentak pita mengalami kegagalan mekanik yang mengakibatkan batang-batang tersebut saling mengait (jamming) dan akhirnya membuatnya macet.

Baca Juga : Mengenal Teknologi Otomatisasi Proses Robotik (RPA)

Christopher pun mengacak-acak kembali susunan keyboard tersebut dan menemukan kombinasi susunan yang paling sulit yang ada sampai sekarang, yakni QWERTY. Tujuan utamanya, untuk menghindari kesalahan mekanik yang sebelumnya terjadi dan untuk membuat kecepatan mengetikmu jadi lebih lambat.

Seiring berjalanya waktu pun, dengan teknologi yang sudah semakin berkembang. Ketika masalah keyboard tersebut telah teratasi, akhirnya munculah sejumlah desain keyboard baru di pasaran. Salah satunya adalah layout keyboard DVORAK Simplified Keyboard (DSK) yang dibuat oleh August Dvorak tahun 1936.

Desain ini sendiri diklaim lebih efisien, cepat, dan ergonomis. Sayangnya, layout satu ini masih kalah dengan desain QWERTY yang sudah lebih dulu populer. Orang-orang dan perusahaan pun sudah terlalu terbiasa dengan keyboard QWERTY ini. Apalagi, belum ditemukan masalah yang berarti dalam penggunaan keyboard QWERTY ini. Perusahaan-perusahaan teknologi pun juga tidak ingin mengambil resiko untuk mengganti desain keyboard ke DVORAK yang baru.

Satu-satunya pengakuan yang menyetujui susunan keyboard DVORAK sebagai alternatif sendiri datang dari ANSI (American National Standard Institute) sekitar tahun 1970. Selain DVORAK, ada susunan layout lainnya yakni QWERTZ yang dipakai oleh negara-negara Hungaria, Jerman, Swiss, dll. Ada juga AZERTY yang digunakan oleh Perancis dan Belgia. Yup, jadi keyboard QWERTY yang kamu gunakan saat ini bukanlah desain satu-satunya lho. Masih ada layout lainnya. Hanya saja, QWERTY ini adalah pilihan utama yang paling populer dan banyak digunakan di seluruh dunia.

QWERTY ini sendiri pun dinilai memiliki beberapa kelemahan. Contohnya saja akan membuat tangan kirimu overload terlebih ketika kamu mengetik dalam Bahasa Inggris. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa distribusi hurufnya kurang merata sehingga membuat jarimu harus menyebrang dari baris ke baris.

Hem, bagaimana menurutmu?

Jenis-jenis Layout Keyboard Lain yang Tak Kalah Unik

Nah, selain jenis keyboard diatas ada beberapa layout keyboard lain yang pernah digunakan lho, diantaranya adalah :

  • Keyboard Colemak

Ya, keyboard ini pastinya masih terdengar asing bagimu, bukan? Keyboard ini diciptakan oleh Shai Coleman pada tahun 2006. Tujuannya sendiri adalah dengan mempermudah aktivitas mengetikmu. Desain keyboard ini sendiri diletakkan dengan huruf yang paling sering digunakan pada jari yang kuat sehingga akan membuat kegiatan mengetik jadi lebih mudah dan nyaman.

Keyboard ini juga dibuat untuk orang-orang yang merasa kurang nyaman menggunakan keyboard QWERTY. Dibandingkan dengan keyboard QWERTY sendiri, susunan huruf dan tombol lainnya di keyboard ini dianggap lebih mudah untuk dipelajari.

Sayangnya, keyboard ini masih kurang diminati lantaran beberapa huruf yang diletakkan di kolom bagian tengah keyboard justru menyebabkan banyak kesalahan pengetikan. Terutama di beberapa kata yang umum dalam Bahasa Inggris.

  • Keyboard Maltron

Dibandingkan dengan jenis keyboard lainnya, keyboard Maltron ini memiliki desain yang lebih unik. Ada 2 bagian huruf yang terpisah pada satu papan dengan bagian angka di tengah-tengahnya. Dalam kumpulan huruf yang diketik dengan tangan kiri, kombinasi hurufnya disebut dengan ANIFS. Sedangkan, kumpulan huruf yang diketik dengan tangan kanannya disebut dengan DTHOR.

Keyboard ini pun masih terbagi dalam 5 jenis. Pertama, ada 2 jenis yang digunakan secara umum. Dan 3 jenis lainnya digunakan untuk orang dengan kebutuhan khusus atau disabilitas.

  • Keyboard JCUKEN

Di beberapa negara, keyboard QWERTY ini tidak dapat digunakan dengan maksimal. Contohnya saja nih, di negara Rusia. Alasannya, banyak negara yang punya jenis hurufnya sendiri-sendiri dan tidak menggunakan huruf latin seperti yang kita gunakan. Contohnya saja, Rusia yang menggunakan huruf Cyrillic. Itulah mengapa negara-negara tersebut menghapus beberapa hurufnya. Akhirnya, keyboard JCUKEN ini mulai digunakan sebagai keyboard utama.

Sekian pembahasan mengenai Fakta Unik Keyboard QWERTY dan beberapa hal mengenainya. Semoga bermanfaat ya,

1 comment

Leave a Reply

error: Content is protected !!