Mengenal Apa Itu Teknologi Blockchain dan Penerapannya dalam Berbagai Sektor, Termasuk Dunia Pendidikan!

5 1

Apa Itu Teknologi Blockchain?

Mengenal teknologi BlockchainBlockchain adalah teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan atau bank data secara digital yang terhubung dengan kriptografi. Penggunaan Blockchain ini juga tidak lepas dari penggunaan Bitcoin dan juga sarana Cryptocurrency  lainnya.

Meskipun begitu, masih banyak teknologi yang memanfaatkan perkembangan teknologi Blockchain ini.

Lalu, apa sih sebenarnya arti dari Blockchain ini? Blockchain berasal dari gabungan 2 kata yakni Block yang berarti kelompok dan Chain yang bermakna rantai. Sederhananya, Blockchain dapat diartikan sebagai teknologi yang memanfaatkan resource komputer untuk menciptakan blok-blok yang saling terhubung (chain).

Blok-blok yang saling terhubung ini memiliki kegunaan untuk mengeksekusi suatu transaksi. Karena sifatnya yang tidak terpusat, teknologi ini menjadi semakin menarik lagi. Blockchain juga dapat berjalan sendiri menggunakan suatu algoritma komputer tanpa kehadiran sistem tertentu yang mengaturnya.

Apa sih perbedaan antara Cryptocurrency  dan Blockchain?

Mengenal teknologi BlockchainCryptocurrency  sendiri merupakan mata uang digital yang diamankan dengan menggunakan kriptografi. Tujuannya, agar mata uang tersebut tidak dapat dipalsukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Asset kripto tersebut menggunakan teknologi yang disebut dengan “Teknologi Blockchain”. Blockchain ini berperan layaknya database yang tak dapat diganti atau diubah. Intinya, Blockchain ini merupakan teknologi yang digunakan untuk menyimpan data digital yang terhubung dengan kriptografi.

Cryptocurrency dan Blockchain pada dasarnya memang berbeda. Tapi, keduanya saling berkaitan.

Mengenal Teknologi Blockchain : Berdasarkan Sistem Kerjanya

Cara kerja Blockchain sendiri sebenarnya cukup sederhana. Gampangnya nih, Blockchain dimulai ketika sebuah blok menyimpan data baru. Sistemnya sendiri terdiri atas 2 buah jenis record yakni transaksi dan blok. Uniknya, pada setiap blok akan terisi hash kriptografi sehingga membentuk suatu jaringan.

Baca Juga : Teknologi Cyber Security yang akan Menjadi “Penjaga” Data Siswa Selama Pembelajaran Online

Hash Kriptografi ini berfungsi untuk mengambil data-data dari blok asal dan mengubahnya jadi Compact String. String digunakan sebagai alarm pendeteksi apabila ditemukan potensi sabotase.

Sifatnya yang ter-desentraslisasi membuat teknologi satu ini tidak memiliki satupun otoritas dengan kendali penuh. Melainkan, terpecah ke setiap komputer atau perangkat yang sudah di-instal software khusus.

Manfaat Teknologi Blockchain

Ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari penggunaan teknologi Blockchain ini sendiri. Diantaranya adalah :

  • Menyediakan sistem transaksi yang lebih transparan.
  • Memiliki potensi data yang baik.
  • Efisiensinya lebih cepat.
  • Menyediakan keamanan data yang lebih terjamin.
  • Menyediakan sistem audit yang lebih baik.
  • Memberikan kendali penuh pengguna terhadap aset yang dimilikinya.
  • Mendorong kemajuan ilmiah.
  • Meningkatkan interaksi P2P.
  • Menawarkan kestabilan, dan
  • Meningkatkan Crowdfunding.

Mengenal Teknologi Blockchain : Manfaatnya dalam Berbagai Sektor

  • Dalam bidang keuangan dan finansial

Bidang ini merupakan sektor utama yang memanfaatkan teknologi ini. Dalam sektor finansial, teknologi ini dapat diibaratkan sebagai buku kas digital yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja dengan mudah tanpa harus mendapatkan persetujuan dari pihak/lembaga keuangan terlebih dulu.

Selain untuk transaksi mata uang kripto, pemanfaatan Blockchain dalam dunia keuangan sangatlah luas. Penggunaan Blockchain dapat diaplikasikan untuk menunjang pembayaran lintas negara dan proses remitansi (dengan menggunakan private Blockchain).

Blockchain juga dapat dimanfaatkan untuk mencatatkan kepemilikan tanah/property, merekap transaksi saham dan obligasi. Dalam lini perbankan sendiri, Blockchain juga sudah mulai diterapkan. Contohnya saja oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang telah menerapkan Blockchain secara internal untuk mempercepat transaksi pembayaran dan mengurangi kompleksnya transaksi pada back office.

Salah satu BUMN Indonesia yakni PT Pos Indonesia juga telah menggunakan Blockchain ini untuk mengembangkan Digiro.in. layanan giro yang mengadopsi teknologi Blockchain.

  • Dalam Bidang Musik

Blockchain sendiri juga dapat digunakan dalam industri musik. Salah satu ide pemanfaatan Blockchain dalam dunia musik ini dicetuskan oleh Spotify. Pada April tahun 2017, Spotify mengakuisisi Mediachain Labs. Tujuan Spotify dari menerapkan Blockchain yang diusung oleh Mediachain adalah untuk membuat sistem perhitungan dan pembayaran royalti musik.

Melalui Blockchain ini, Spotify ingin mengambangkan sistem yang bisa melacak pencipta lagu, judul lagu, dan berbagai hal yang terkait dengan penciptaan lagu. Sehingga proses pendistribusian royalti jadi lebih tepat lagi.

  • Dalam Bidang Logistik

Blockchain juga dapat dimanfaatkan dalam supply chain untuk meningkatkan visibilitas dan dokumentasi informasi logistic. Perusahaan supply chain mampu mengurangi biaya dan resiko yang akan timbul melalui otomasi, sistem tracing yang mampu diukur dan keamanan data.

  • Dalam Bidang Perdagangan

Terutama yang berbasis e-commerce. Blockchain dapat dimanfatkan untuk mengefisiensi manajemen identitas, membagun sistem pelacakan, dan mengidentifikasi keaslian suatu produk.

Hal ini mungkin terjadi lantaran data yang tersimpan dalam Blockchain akan tersinkron ke semua jaringan pengguna.

  • Dalam Dunia Perpajakan

Dalam sektor perpajakan, Blockchain ini digunakan untuk semakin mempermudah wajib pajak dalam membayar pajak serta untuk mendukung terjadinya transparansi transaksi perpajakan.  

  • Dalam Dunia Bisnis

Beberapa perusahaan besar di dunia juga sudah mulai mengaplikasikan Blockchain ini dalam lini bisnis yang mereka kelola. Perusahaan besar tersebut antara lain adalah : Amazon, Google, Microsoft, dan sejenisnya. Salah satu tujuan utama mengaplikasikan Blockchain ini sendiri adalah untuk efisiensi biaya.

  • Dalam Dunia Pendidikan

Bukan hanya bidang-bidang di atas saja yang menggunakan Blockchain. Melainkan, bidang pendidikan pula. Blockchain ini sudah mulai diterapkan dalam ranah pendidikan. Sistem pendidikan yang pertama kali menerapkan teknologi Blockchain ini sendiri adalah Universitas Massachusetts Institute of Technology, USA. Penerapannya sendiri masih dalam bentuk sederhana, khususnya dalam penerbitan sertifikat elektronik yang berjalan di sistem Blockchain berbentuk Buku Besar atau Ledger Book.

Baca Juga : Trend Teknologi Gamification yang Akan Semakin Menarik Minat Siswa Terhadap Pembelajaran

Project ini sendiri dikerjakan oleh salah satu lembaga yang ada di MIT dengan tujuan untuk mendapatkan transparansi lebih dalam hal sertifikat hasil pembelajaran. Meskipun penerapannya masih sederhana. Pihak kampus Massachusetts Institute of Technology sendiri menilai kalau konsep ini akan mulai diterapkan untuk berbagai hal yang lebih rumit lagi. Salah satunya adalah konsep absensi di kelas.

Nantinya, semua aktivitas yang dilakukan di kelas tersebut akan tercatat. Seperti jumlah siswa yang hadir, waktu masuk ruangan, waktu keluar ruangan, keterlambatan, dan sebagainya. Semuanya akan tercatat dalam ledge book ini.

Dalam bidang akademis, Blockchain ini dinilai efektif untuk mengurangi penilaian yang merugikan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Beberapa aksi seperti kecurangan di dunia pendidikan, aksi sogok-menyogok di sekolah, pemalsuan ijazah atau sertifikat, dan sejenisnya bisa lebih dicegah dengan teknologi Blockchain ini.

Blockchain ini dinilai mampu menjadi solusi dan pembaharuan sistem pendidikan yang ada saat ini. Konsep transparansi ini seakan mampu menghilangkan tindak tidak benar seperti diatas.

Kedepannya, teknologi Blockchain ini akan mulai diterapkan secara merata di kampus atau sekolah di dunia. Semoga saja kehadiran teknologi ini akan membawa banyak pengaruh baik bagi dunia pendidikan.

1 comment

Leave a Reply

error: Content is protected !!