Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia

9 0

Halo semua? Bagaimana kabar kalian hari ini?

Yup, bicara mengenai teknologi dan pendidikan memang tak ada habisnya. Teknologi selalu berkembang dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan sistem pendidikan yang jadi jauh lebih modern dan canggih berkat pengaruh teknologi.

Di artikel kali ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang teknologi pendidikan dan perkembangannya di Indonesia. Yuk, langsung saja simak pembahasannya dibawah ini :

Apa Sih Teknologi Pendidikan Ini?

Teknologi pendidikan bisa kita artikan sebagai suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dengan tujuan yang lebih spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar, komunikasi pada manusia, serta menggunakan kombinasi dari beragam sumber untuk membuat proses pembelajaran lebih efektif.

Baca Juga : Teknologi Pendidikan : Sejarah, Konsep dan Landasannya

Dari pengertian diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa teknologi pendidikan itu :

  • Suara cara/sistem/proses yang sistematis untuk mereview keseluruhan proses belajar.
  • Memiliki tujuan pembelajaran yang lebih spesifik.
  • Berdasarkan penelitian, data, dan sumber-sumber konkret lainnya.
  • Bertujuan untuk membuat pembelajaran jadi lebih efektif.

Tahun demi tahun, seiring berjalannya waktu. Teknologi Pendidikan ini juga semakin berkembang lho. Alias nggak stuck aja di tempat. Penasaran dengan perkembangan teknologi pendidikan ini? Yuk, simak ulasannya di bawah ini ya :

Perkembangan Teknologi Pendidikan

1.     1920

Awalnya, sekitar tahun 1920 Teknologi Pendidikan ini dipandang sebagai media. Kok bisa? Akar terbentuknya pandangan ini terjadi ketika diproduksi media pendidikan untuk pertama kali pada awal abad 20-an.

Media ini (yang berupa media pembelajaran visual seperti film, gambar, dan tampilan) mulai ramai pada tahun 1920. Definisi formal pembelajaran visual sendiri masih terfokus pada media yang digunakan untuk menampilkan suatu pelajaran. Pandangan ini pun masih berlanjut hingga tahun 1950-an.

2.     1960-1970

Pada tahun-tahun ini, Teknologi Pendidikan dianggap sebagai suatu proses. Sejumlah ahli mulai mendiskusikan teknologi pendidikan ini dalam suatu hal yang berbeda. Mereka tak lagi memandangnya sebagai media, tapi sebagai proses.

Beberapa ahli, seperti Finn (1960) dan Lumsdaine (1964) juga menyatakan pendapatnya mengenai teknologi pendidikan ini, yakni :

  • Finn (1960) : Mengatakan bahwa teknologi pendidikan harus dipandang sebagai suatu cara untuk melihat masalah pendidikan dan menguji kemungkinan solusi dari masalah tersebut.
  • Lumsdaine (1964)  : Mengatakan bahwa teknologi pendidikan dapat dijadikan aplikasi ilmu pengetahuan pada praktek pendidikan.

Sejak tahun 1970-an pun, sudah mulai muncul pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber pendidikan.

3.     1977

Teknologi Pendidikan ini merupakan sebuah proses kompleks yang terintegrasi yang meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisa dan merancang, melaksanakan, menilai hingga mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia.

4.     1994

Merupakan praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, dan menilai proses ataupun sumber pembelajaran. Definisi ini sendiri lebih operasional dari pada rumusan tahun 1977 yang lebih rumit.

Dalam definisi ini ada 5 dominant teknologi pendidikan yang ditegaskan, yakni : Kawasan desain, Kawasan pengembangan, Kawasan pemanfaatan, Kawasan pengelolaan dan Kawasan penilaian baik untuk proses atau sumber belajar. Seorang teknolog pembelajaran bisa memfokuskan garapannya dalam 1 kawasan tersebut.

Bagaimana tentang Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia?

Perkembangan teknologi pendidikan di Indonesia sendiri mengikuti perkembangan yang ada di Amerika Serikat yang menggunakan media/alat peraga tertentu untuk menunjang kegiatan belajarnya.

  • Tahun 1951 : Diselenggarakan School Broadcasting sebagai usaha perintisan.
  • Tahun 1955 berdiri BKTP (Balai Kursus Tertulis Pendidikan Guru) di Indonesia.  
  • Pada tahun 1972, Menteri pendidikan dan kebudayaan menetapkan kebijakan untuk mengembangkan siaran pendidikan secara bertahap melalui perintisan.
  • Pada tahun 1974, Presiden Soeharto telah mencanangkan penggunaan satelit komunikasi domestic untuk penyebaran pendidikan.
  • Pada tahun 1975 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menggariskan kebijakan pengembangan teknologi komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaan.

Dari tahun ke tahun, pendidikan di Indonesia mengalami perubahan yang cukup drastis. Konsep teknologi pendidikan ini sendiri diawali dengan penggunaan alat peraga sebagai penunjang sistem ajar. Kemudian, berkembang lagi bahwa kegiatan belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Dampak Positif Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia

  • Munculnya media massa, contohnya saja media elektronik yang dapat digunakan sebagai  sumber ilmu dan pusat pendidikan. Contohnya saja, jaringan internet, Lap. Komputer sekolah, dan lain sebagainya. Sumber materi pelajaran juga tak hanya bisa didapatkan melalui guru. Melainkan, dari sumber lainnya.
  • Memunculkan beragam metode pembelajaran yang baru yang tentunya akan semakin membuat proses pelajaran jadi lebih kreatif dan efektif.
  • Sistem pembelajaran tidak harus dilakukan secara tatap muka. Bisa online.
  • Sistem pengolahan dan analisis data jadi lebih mudah dengan bantuan sistem.
  • Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan lebih cepat.

Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia

  • Membuat siswa rentan malas belajar. Seharusnya, dengan semua fasilitas yang memudahkan siswa untuk belajar. Mereka jadi lebih semangat untuk belajar. Sayangnya, kemudahan tersebut membuat mereka terlena. Alih-alih belajar, mereka justru menggunakan perangkat digital dan internet untuk bermain game atau sekedar bersosial media.
  • Meningkatkan resiko kejahatan online atas pelanggaran tindak asusila. Ada juga potensi penyalahgunaan yang besar. Harusnya media yang digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain sehingga waktu para pelajar bisa habis sia-sia untuk melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat.
  • Ada berbagai metode pembelajaran baru yang seharusnya memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran malah membuat siswa jadi malas dan menyepelekan. Contoh : saat ada tugas, seharusnya dengan kehadiran internet dan komputer. Siswa bisa berpikir lebih kreatif dan menggabungkan materi-materi dari berbagai sumber. Namun, nyatanya ketika ada tugas. Siswa lebih suka copas materi yang ada di Google tanpa menelaahnya lagi terlebih dahulu.
  • Kerahasiaan alat tes pendidikan semakin terancam. Contoh yang paling sering ditemui adalah bocornya soal tes ujian.
  • Adanya penyalahgunaan pengetahuan yang dimiliki orang-orang tertentu untuk melakukan suatu tindak kriminal.
  • Munculnya potensi penyalahgunaan data menggunakan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Tanpa memperdulikan apakah hal tersebut akan merugikan orang lain atau tidak.

Baca Juga : Dampak Buruk Anak-anak main Game yang Mungkin Terjadi

Dari pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa Teknologi Pendidikan cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dengan tujuan yang lebih spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar, komunikasi pada manusia, serta menggunakan kombinasi dari berbagai sumber untuk membuat proses pembelajaran lebih efektif.

Perkembangan teknologi pendidikan sendiri tidak terjadi hanya dalam hitungan hari atau bulan saja. Lantaran melalui proses panjang yang memakan waktu tahunan hingga puluhan tahun. Hasilnya dapat kita rasakan saat ini, dengan munculnya berbagai teknologi penunjang pendidikan yang memudahkan siswa untuk belajar.

Sekian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

error: Content is protected !!